
Dalam acara tersebut, Caturida Meiwanto Doktoralina, Ph.D., M. Ak selaku narasumber menyampaikan bahwa ada beberapa akun Google Scholar yang dimiliki oleh dosen di UNDIRA perlu diperbaiki.
Hal ini disebabkan diantaranya berdasarkan ketidaksesuaian data hasil karya ilmiah, sinkronisasi yang tidak tepat, indeksasi yang tidak akurat, dan normalisasi data yang tidak sesuai.
Menanggapi hal tersebut, Caturida Meiwanto Doktoralina, Ph.D., M. Ak menekankan bahwa pentingnya melakukan tindakan untuk mengatasi permasalahan ini, yakni dengan pembaruan data pada akun SINTA pada setiap dosen di UNDIRA.
Baca Juga: Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Jawa Tengah Bersama Ratusan Mahasiswa Menanam 2000 Mangrove
Selain itu, Ari Apriani SE, MM yang juga merupakan selaku narasumber pada acara tersebutpun menyampaikan bahwa pentingnya pembaruan data pada akun SINTA adalah dengan tujuan untuk klasterisasi perguruan tinggi, membuka peluang kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat, verifikasi data usulan hibah DIKTI, Beban Kinerja Dosen (BKD), jabatan fungsional, penyedia data akreditasi dan juga untuk mengukur produktivitas dosen dan peneliti.
Dalam kegiatan tersebut beliau juga memberikan bimbingan secara teknis mengenai sinkronisasi data SINTA agar teritegrasi ke Scopus, Web of Science, Google Scholar hingga GARUDA.
Selain memberikan bimbingan, Ari Apriani SE, MM juga memberikan pendampingan secara teknis dalam penginputan hasil publikasi karya yang belum tercatat pada database SINTA seperti Buku dan Kekayaan Intelektual (KI).
Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para dosen UNDIRA tentang pentingnya pengelolaan data SINTA yang baik dan benar. Dengan demikian, diharapkan kualitas dan prestasi akademik dosen UNDIRA dapat meningkat, serta meningkatkan visibilitas dan reputasi UNDIRA di kancah nasional dan internasional.
Dapatkan berita dan informasi lengkap lainnya dengan cara klik http://hariannetwork.com













