Beranda NEWS Generasi Muda Dusun Duwet Semakin Dekat dengan Karawitan: Edukasi Budaya, Digitalisasi Konten,...

Generasi Muda Dusun Duwet Semakin Dekat dengan Karawitan: Edukasi Budaya, Digitalisasi Konten, dan Integrasi Kegiatan Seni Tradisional oleh Tim KKN Universitas Diponegoro

0
Tim KKN-T IDBU 6 Universitas Diponegoro Kelompok 3 memberikan edukasi kepada masyarakat untuk melestarikan budaya karawitan sebagai kegiatan seni tradisional

Hariannetwork.com — Wonogiri, 13 Agustus 2025. Tim KKN-T IDBU 6 Universitas Diponegoro Kelompok 3 melakukan upaya pelestarian seni karawitan di Dusun Duwet, Desa Mlokomanis Wetan yang semakin menemukan jalannya melalui rangkaian program kerja KKN Multidisiplin Universitas Diponegoro. Dengan mengusung tema “Peningkatan Minat Generasi Muda terhadap Karawitan Melalui Edukasi Budaya, Digitalisasi Konten, dan Integrasi Kegiatan Seni Tradisional”, mahasiswa dari berbagai fakultas bersinergi memperkenalkan karawitan kepada anak-anak, remaja, hingga komunitas seni desa.

EDUKASI BUDAYA DAN PENGUATAN KARAKTER

Program edukasi disusun dengan menghadirkan berbagai media pembelajaran yang komunikatif dan mudah dipahami masyarakat. Melalui kegiatan presentasi interaktif, refleksi singkat sebelum latihan, serta diskusi kesehatan ringan, generasi muda Dusun Duwet diperkenalkan bahwa karawitan memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan.
Dalam implementasinya, Ananda Ashita Salsabila menyajikan infografis edukatif berwawasan global untuk membuka wawasan baru mengenai peluang karawitan. Dhaifina Khafifah menghadirkan leaflet refleksi batin “Hening Sebelum Nada” yang menekankan pentingnya ketenangan sebelum bermain musik. Sementara itu, Arif Hidayat bersama Saffana Aulia Az-Zahra menyalurkan edukasi kesehatan mental dan pencegahan keluhan fisik melalui poster informatif yang relevan dengan aktivitas bermusik.

Di sisi kelembagaan, mahasiswa juga melakukan penguatan kapasitas komunitas. Melalui forum diskusi, survei kebutuhan, dan simulasi pencatatan keuangan, kelompok karawitan diajak berlatih tata kelola yang lebih profesional. Aretha Sandrina berperan dalam optimalisasi manajemen internal sanggar, Aulia Nisa Agustina mengajarkan pencatatan kas sederhana agar lebih transparan, dan Aurora Chantika Caturisha Ferrial menekankan pentingnya disiplin dalam latihan karawitan terstruktur.

Baca juga: Sygma Research Bertemu Rektor UB Prof. Widodo: Bahas Tantangan Riset, AI, dan Masa Depan Bangsa

DIGITALISASI KONTEN DAN PROMOSI GLOBAL

Seiring berkembangnya teknologi, pelestarian karawitan juga diarahkan pada media digital. Kegiatan dimulai dengan pelatihan teknis pengelolaan informasi, pembuatan dokumentasi visual, hingga diskusi bersama pemuda untuk menggali ide konten kreatif. Upaya ini bertujuan memperluas jangkauan karawitan Dusun Duwet melalui media daring.

Dalam program ini, Muhammad Raka Insan Mahendra memberikan pelatihan tata kelola website karawitan agar informasi lebih mudah diakses publik. Kharisma Agnes Suciana mendokumentasikan perjalanan seni dalam bentuk booklet “Perjalanan Laraswara” yang menjadi arsip budaya. Sementara itu, Mario Fernando Rusli melaksanakan kajian minat budaya lokal generasi muda dan Rizki Ahmad Febrian menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) untuk memotret pandangan masyarakat yang kemudian dirangkum menjadi artikel berita.

INTEGRASI SENI TRADISIONAL DI LINGKUNGAN DESA

Kegiatan tidak hanya berfokus pada karawitan, tetapi juga mengintegrasikan seni tradisional lain sebagai bentuk penguatan identitas budaya. Anak-anak SD hingga remaja dilibatkan dalam latihan rutin, bimbingan teknis, dan pementasan bersama komunitas seni desa. Aktivitas ini memberikan pengalaman langsung sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda.

Melalui programnya, Ni Komang Tri Setyawati mengadakan latihan dan pementasan tari tradisional dalam rangkaian HUT RI ke-80. Di sisi lain, Novia Budi Rahayuningsih melaksanakan program “Gema Karawitan” dengan mengajak siswa SDN 02 Mlokomanis Wetan berlatih memainkan gamelan dan mempersiapkan penampilan mereka di malam puncak.

Baca Juga: PAC GP Ansor Wonoasih Siapkan Kejutan Jelang Pelantikan PC GP Ansor Kota Probolinggo

TEKNOLOGI DALAM MENJAGA WARISAN BUDAYA

Selain penguatan budaya, inovasi teknologi juga diterapkan untuk menjaga kualitas instrumen gamelan. Kegiatan dimulai dengan identifikasi kondisi ruang penyimpanan, instalasi sensor, hingga pelatihan cara membaca data suhu dan kelembapan bagi pengurus sanggar. Dengan pendekatan ini, masyarakat diperkenalkan pada cara sederhana namun efektif untuk merawat alat musik tradisional.

Dalam hal ini, Abdiel Christian A. Surbakti dan Arsyad Azharuddin mengembangkan prototype sistem monitoring suhu dan kelembapan ruangan gamelan dengan kipas otomatis berbasis Arduino R3. Inovasi tersebut tidak hanya berfungsi menjaga keawetan gamelan, tetapi juga menjadi sarana edukasi teknologi bagi pemuda Dusun Duwet.

Program KKN ini mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Dusun Duwet, Mbah Karimo, selaku pembina sanggar karawitan.

“Kami senang ada generasi muda yang peduli. Karawitan bisa bertahan kalau anak-anak muda merasa bangga dan mau ikut melestarikan,” tuturnya.

Dengan kolaborasi multidisiplin tersebut, KKN Universitas Diponegoro berupaya menghadirkan pendekatan baru dalam pelestarian karawitan. Tidak hanya mengedepankan aspek seni, tetapi juga kesehatan, teknologi, manajemen, serta digitalisasi, program ini diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan generasi muda Dusun Duwet terhadap identitas budaya lokal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here